SANG MEDIATOR ULUNG

Written by Super User on .

Written by Super User on . Hits: 40

 

SANG MEDIATOR ULUNG
oleh ; Kang Erlan Naofal/KPA Taluk Kuantan

Kali ini, ambo akan menulis tentang hal yang terkait sosok mediator yang mana di mata penulis dianggap seorang mediator ulung karena kepiawaiannya dan keberhasilannya dalam menyelesaikan sengketa melalui mediasi.
Mediasi merupakan upaya penyelesaian sengketa yang sangat mengedepankan dan menguntungkan kedua belah pihak yang berselisih dengan prinsip win-win solution sehingga hasilnya bisa lebih diterima oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Oleh karena itu mediasi diintegrasikan dalam system litigasi melalui Peraturan Mahkamah Agung yang telah mengalami perubahan sebanyak tiga kali yaitu Perma No.2 Tahun 2003 diubah dengan Perma Nomor 1 Tahun 2008 dan Perma Nomor 1 Tahun 2016. Perubahan Perma ini mengindikasikan betapa penting peran mediasi dalam proses penyelesaian sengketa. Namun sangat disayangkan keberhasilan penyelesaian sengketa melalui proses mediasi berdasarkan penelitian IICT tahun 2014 di pengadilan umum dan agama hanya sekitar 4 persen dari seluruh jumlah perkara yang terdaftar di pengadilan tingkat pertama.
Kesuksesan mediasi sangat tergantung dengan kepiawaian dan kehandalan seorang mediator. Di zaman teknologi digital sekarang menjamur berbagai group wa salah satu group wa yang penulis ikuti adalah group Forum Komunikasi Mediator se-Indonesia. Dalam group tersebut sering ditemukan postingan keberhasilan mediasi yang dilakukan hakim. Salah seorang hakim yang sering berhasil menyelesaikan sengketa melalui mediasi adalah Dr. Hasan Nul Hakim, SHI, MA. yang merupakan teman penulis saat bersama-sama berguru mencari ilmu di Program Doktoral UIN Susqa. Kedekatan yang telah terjalin cukup lama mendorong penulis bertanya tentang kiat suksesnya dalam melaksanakan mediasi.
Hasan el-Hakim adalah seorang hakim yang bertugas di Pengadilan Agama Dumai Kelas 1 B. Kepiawaiannya sebagai mediator terbukti dengan keberhasilannya menyelesaikan sengketa melalui mediasi sejak masih menjadi Calon Hakim di Pengadilan Agama Batam tahun 2011, sampai sekarang sudah memediasi kurang lebih 150 perkara, setidaknya 101 perkara berhasil di damaikan. Diantara keberhasilan beliau yang menurut penulis cukup pantastis adalah kesuksesannya memediasi sengketa waris yang bernilai ratusan milyar rupiah.
Pada tahun 2019 yang lalu, dari 28 perkara yang beliau dimediasi, 25 perkara berhasil didamaikan, hanya 3 perkara saja yang gagal, artinya tingkat keberhasilan yang bersangkutan dengan prosentase 81% (delapan puluh satu persen), Keberhasilan tersebut bisa dengan pencabutan perkara, berhasil sebagian, atau berhasil dengan akta perdamaian (Berdasarkan laporan tahunan dan penelusuran SIPP);
Sedangkan di awal tahun 2020 ini, dari 8 perkara yang dimediasinya, 2 perkara berhasil dengan pencabutan, 1 perkara berhasil dengan akta perdamaian, dan 5 perkara berhasil sebagian, maka tingkat keberhasilan di bulan Januari 2020, mencapai angka 100 % dengan jenis perkara yang bervariatif seperti Cerai Talak, Cerai Gugat, Harta bersama, Sengketa waris, Hadhonah, Nafkah Anak, Nafkah iddah, mut’ah dan lain-lain.
Berdasarkan pengalamannya, mediasi perkara perceraian jauh lebih rumit ketimbang perkara harta/kebendaan, karna harta mudah dibagi, namun perkara cerai menyangkut “sengketa hati”, ada pihak yang secara psikologis sudah terlanjur tersakiti, sehingga sulit memberi kemaafan kepada pasangannya untuk membina rumah tangga, namun kendatipun demikian, jika perceraian sulit dihindari, maka perceraian itu harus dengan cara yang baik, Imsak bi ma’ruf au tasrih bi ihsan (bertahan lah dengan cara baik, atau berpisah lah dengan baik). Sebab, faktanya bisa saja perceraian tidak bisa didamaikan, tetapi akibat hukum perceraian bisa dimediasikan. Seperti, kesepakatan pengasuhan anak (hadlonah), nafkah istri dan anak, harta bersama.
Ada beberapa kiat khusus yang disampaikannya terkait dengan mediasi yaitu; pertama, Bersikap netral. Sikap terpenting seorang mediator harus menjadi penengah yang netral dan bijaksana guna mencarikan solusi terbaik bagi para pihak. Misalnya, seorang mediator dapat memberi dan mengungkap kepentingan tersembunyi para pihak dalam kaukus (pertemuan terpisah). “Kita beri wacana kepada kedua belah pihak dalam kaukus, sehingga dapat terungkap kepentingan tersembunyi para pihak”. Kedua, Membangun Komunikasi yang tersumbat lebih jelasnya, seorang mediator harus mampu membangun atau membuka komunikasi yang tersumbat dari para pihak. Sebab, pada umumnya pihak-pihak yang tengah berkonflik mengalami komunikasi yang tidak lancar. Mediator sebagai penengah harus bisa membangun kembali komunikasi di antara para pihak agar mereka mau bernegosiasi dan memahami keuntungan penyelesaian sengketa melalui mediasi yang mengedepankan win-win solution,” Ketiga,Membangun Kepercayaan. Tak kalah penting, sikap mediator harus berupaya membangun kepercayaan dari para pihak. Kalau para pihak sudah merasa percaya terhadap mediator akan lebih memudahkan tahapan-tahapan bermediasi. Dapat dipastikan, ujungnya proses bermediasi dapat menemukan titik penyelesaian. Keempat yang tak kalah pentingnya adalah adanya Iktikad baik para pihak. Iktikad baik para pihak sangat dibutuhkan. Sehebat apapun mediator kalau salah satu pihaknya tidak beriktikad baik, mediasi tidak akan mungkin berhasil”.
Keberhasilannya dalam mediasi nampaknya tidak dapat dilepaskan dari pengalamannya mengikuti berbagai pelatihan mediasi seperti Sertifikasi Mediasi yang diselenggarakan Badan Litbangkumdil Mahkamah Agung R.I pada tahun 2010 dan Konferensi Asia Pasific Mediation Forum ((APMF) (Forum Komperensi Mediasi Asia-Facifik)) di Lombok pada tahun 2016 serta pengalamannya berkecimpung di dunia sebagai pengurus di berbagai organisasi seperti Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Suska Riau thn 2007 s/d 2008, Wakil Presiden Mahasiswa BEM UIN Suska Riau tahun 2004 s/d 2005, Wakil Sekretaris KNPI Provinsi Riau tahun 2005 s/d 2007 dan Wakil Sekretaris HMI Cabang Pekanbaru tahun 2003 s/d 2004.

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Dumai

Jl. Putri Tujuh, Kel. Teluk Binjai, Kec. Dumai Timur, Kota Dumai, Riau - 28812

Telp: (0765) 31928
Fax: (0765) 31928

Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pengadilan Agama Dumai @2018